Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
saya akan mengajak semua orang untuk mengenali dunia sepakbola
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Lihat di video satu ini!!!
Janganlah sombong karena kita itu kecil….

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Kota Makkah. Bayi Muhammad lahir dalam keadaan yatim dari seorang janda bernama Aminah yang ditinggal mati suaminya, Abdullah, saat usia kehamilannya baru memasuki bulan ke-3.
Lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awal bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 Masehi atau lebih dikenal dengan sebutan tahun Gajah.
Sebutan tahun Gajah muncul karena pada tahun tersebut pasukan tentara menunggangi gajah di bawah pimpinan Abrahah yang berasal dari Abessinia, sebuah kerajaan Nasrani dari Yaman, menyerbu Makkah untuk menghancurkan Ka’bah. Serangan itu gagal atas kehendak Allah SWT. yang mengirimkan pasukan burung ababil.
Nama Nabi Muhammad SAW diberikan oleh sang kakek, Abdul Muththalib, yang kala itu adalah salah seorang yang terpandang di Makkah.
Dalam kisah sejarah Nabi Muhammad SAW, bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dari keturunan seorang pahlawan Suku Quraisy yang berasal dari Bani Ismail di pihak ayah dan ibu, dapat dikatakan merupakan golongan bangsawan.
Sudah menjadi adat kebiasaan pada masa itu, bahwa bayi para bangsawan akan disusukan dan dititipkan kepada wanita badiyah (sebuah dusun di padang pasir). Hal ini dilakukan agar para bayi dapat menghirup udara yang bersih dan terhindar dari penyakit yang ada di kota, serta dapat berbicara secara murni dan fasih.
Hingga usia 5 tahun, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Halimah Sa’diyah, ibu susuannya, sebelum kemudian dikembalikan kepada ibunya, Aminah.
Memasuki usia 6 tahun, Nabi Muhammad SAW dibawa oleh ibunya ke Madinah untuk dikenalkan pada keluarga nenek dari pihak ibu dan untuk berziarah ke makam ayahnya. Setelah satu bulan tinggal di Madinah, rombongan ibu dan anak harus berhenti di tempat bernama Abwa’ dalam perjalanan kembali ke Makkah. Aminah meninggal di sana.
Menjadi yatim piatu, Nabi Muhammad SAW kemudian berada dalam asuhan Abdul Muththalib. Dua tahun mendapatkan curahan kasih sayang dari sang kakek, Abdul Muththalib wafat dalam usia 80 tahun.
Sesuai dengan wasiat dari Abdul Muththalib, hak asuh Nabi Muhammad SAW diserahkan kepada Abu Thalib. Dalam asuhan pamannya inilah, Nabi Muhammad SAW mendapatkan pelajaran hidup dengan ikut berdagang bersama sang paman dan menggembalakan kambing.
Memasuki usia dewasa, Nabi Muhammad SAW mulai mencukupi kebutuhannya sendiri dengan berdagang. Barang dagangan yang dibawanya berasal dari Khodijah, seorang janda kaya. Nabi Muhammad SAW membawa barang dagangan ke Syam dengan ditemani oleh salah seorang kepercayaan Khodijah.
Sekembalinya dari Syam dengan keuntungan yang sangat besar, Khadijah jatuh hati pada Nabi Muhammad SAW. Ditambah dengan laporan yang diterimanya, bahwa Nabi Muhammad SAW sama sekali tidak mengatakan satu kebohongan pun akan barang yang dijualnya. Hal yang tidak lazim dilakukan oleh seorang pedagang.
Maka sejarah Nabi Muhammad SAW mencatat babak baru – Khadijah melamar Nabi Muhammad SAW yang pada saat itu berusia 25 tahun, sementara Khadijah sendiri sudah berusia 40 tahun.
Al-Amin artinya orang yang dapat dipercaya. Gelar ini disematkan kepada Muhammad yang terkenal memiliki sifat jujur, berbudi luhur, dan kepribadian tinggi. Tidak pernah sekali pun melakukan perbuatan tercela.
Selain itu dalam sejarah Nabi Muhammad SAW dikisahkan sebagai pribadi yang cerdas dan memiliki bakat kepemimpinan yang kuat. Muhammad pernah mendamaikan perselisihan para pemimpin Quraisy yang berebut untuk meletakkan Batu Hitam (Al Hajarul Ashwad) pada saat mereka merenovasi Ka’bah.
Dengan kecerdasannya, Muhammad membentangkan selembar kain dan meletakkan Batu Hitam di atasnya, lalu meminta para pemimpin Quraisy untuk mengangkat tiap ujungnya.
Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul pada saat menginjak usia 40 tahun. Pada malam 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi, Muhammad didatangi oleh Jibril saat berdiam diri di Gua Hira, menurunkan wahyu yang pertama, Qur’an Surat Al-‘Alaq ayat 1 – 5.
Karya Erizal kelas IX Ibnu Umar Sekolah SMP IT Mentari Ilmu Karawang
13/10/2019
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.